Thursday, September 9, 2010
Pengumuman
Thursday, April 15, 2010
Divorce and Separation – What it means to kids
In many cases, parental divorces are not calm procedures and may involve squabbles and heated exchanges. In such situations, children usually tend to blame themselves for the current situation that he or she gets to see around.
A divorce usually means the failure of an institution called marriage and subsequently a relationship that was meant for life. When a child witnesses such breaks in relationship, he usually tends to lose credibility in human relationships and the society as a whole.
Due to divorce, children may be expected to move to a different environment from the one in which they have been living so far. For them, this could mean losing some of their best friends.
As often, the children are not consulted during the divorce of their parents; children tend to start feeling less important as an individual. They start becoming silent spectators and a passive witness to the whole drama called divorce.
Effects of Parental Divorce on Children
Divorce of parents can affect the emotional stability and development of a child. The effect of divorce may be varied depending on the child’s age, gender, extent of maturity, the type of support he has received so far etc. Usually, girls can handle parent divorce better than boys. Let us have a look at some of the effects of divorce on children:
One of the common effects of parental divorce on children is that they begin to believe that they are responsible for the divorce of their parents. This affects them emotionally to a great extent and if, they do not receive timely support, their emotional development may be stunted.
Divorce means separation of the child from either one or both of his parents. This may lead to a feeling of alienation in the child and may also cause the child to become socially inactive. Thus, the child may not feel inclined to mix with other children and may become introverted.
Also, the child may be afraid to voice his opinions to his parents as he believes that he was responsible for the divorce.
Many times, the children are not consulted when their parents are getting divorced. This may add to the child’s feeling of alienation.
It has been observed that individuals whose parents have divorced in their childhood tend to be more violent and have a tendency to be rebellious in nature. This is not necessarily true for all children who have faced parental divorce but has been observed in many of the cases.
Individuals who have faced parental divorce in their childhood have greater likelihood of drug abuse, alcoholism etc.
They may also have a tendency of taking impulsive decisions later in their life and being impatient in nature.
The concept of divorce is too big an idea for children to digest. This may have a negative impact on their academics
As the children tend to turn more independent during and after parental divorce due to lack of trust in others, it is likely that they will not enter successful marital or platonic relationships later in their lives.
Some of the children may fall prey to psychological disorders and may show poor physical health as well.
What can be done to Avoid Problems Faced by Children during Parental Divorce?
It has been studied over time that divorce leads to child delinquency if not handled properly. Parents should try and give enough support to the child during and after divorce. It proves to be helpful if the child stays in contact with both his parents even after the divorce. The parents should also avoid arguing and abusing each other in front of the child.
Divorced Dating: What About The Kids?
In preparing to begin dating after a divorce, the main area in which you should take your children into consideration is in ensuring that they are receiving enough of your time and attention. While dating is an important part of your newly-single life, it is equally important that you not neglect yourchildren while doing so. They need to know that you still care about them, they need to know that you are still interested in their lives; and for your new experiences to be beneficial to all concerned in the long-run, you must learn to achieve a sense of balance between your home and family life and your social life.
Granting your children plenty of your time and attention is the first part; making it clear that your social life is separate from them is the second part. Allowing your children to socialize with your casual dates is a recipe for disaster, and it is never a good idea for either them or you. Depending on which side of the dating issue your children are standing, they will either try to scare off dates whom they do not like or form attachments and relationships with those whom they'd like to see as your new partner. It is unfair to have your children in such a role, and it is counterproductive to your dating experiences as a new single.
Dating with Children
On other pages of our web-site we pay special attention on how to cope with children after divorce. No matter who is a "guilty" part - kids are those who suffer the most from parents separation. Special attention is needed when it comes to new relationships and dating with a new partner. Dating with children brings new set of challenges and unexpected issues. That's why we encourage to read carefully posted articles about dating with children, find more about kids emotions during and after parents divorce, on how to behave when a new person comes into kids' life.
The same thing is about you starting to date someone having kids. You need to know how to build relatiosnhips with the children of your new partner. If your dating becomes serious, relationships with the children of dating partner may become a crucial factor to build a mutual future.
Dialogue 1
Tuesday, April 13, 2010
Mencari padang itu
sudah lama ia basah
biarkan kerana harus
buangkan saja semua sisa
sampah itu pasti busuk kalau disimpan
baik diluputkan dari berulat
sekurang - kurangnya ia masih boleh dikitar
menjadi objek yang lebih berguna
aku berjalan menjeling keliling sudut
dipenuhi manusia hipokrasi
sehingga tertutup ruangan lensa ini
mana satukah yang masih berhati
hanya otak yang tinggal untuk aku berfikir
padang apakah yang aku berdiri
padang ini kotor, jijik dan menjelikkan
percaya ada padang lain lebih baik tapi dimana
berikan aku cahaya untuk sampai ke padang itu
akan aku jadikan padang itu hijau
hidup segar dengan oksigen
di dalam gengaman tangan ini
Shah Alam
13 April 2010
Friday, April 9, 2010
Hati Seorang Wanita

Tuesday, April 6, 2010
Kanvas Biru

Monday, April 5, 2010
Tersorok di dalam Macbook Puteh
Wednesday, March 31, 2010
Bila Cinta Beransur - Ansur Hilang..
Aku menerima email dari seorang teman yang mengirimi kisah ini. Aku pernah membaca kisah ini yang asalnya ditulis dalam bahasa inggeris dan kemudiannya membaca versi diterjemahkan ke bahasa indonesia. Aku kira, ramai yang sudah mengalami masalah yang sebegini, lebih-lebih lagi bila pasangan suami isteri sudah melepasi masa 'berbulan madu' dan mula merasakan sedikit kongkongan dari ikatan perkahwinan mereka. bukan sesuatu yang menghairankan kerana sekarang memang jadi satu kelaziman yang pasangan mula berpisah dan bercerai. dan terus terang aku akui, aku juga pernah mengalaminya juga. belajarlah sesuatu dari kisah di bawah, kerana aku pasti, kebanyakan dari kita pasti akan mengalaminya sendiri lewat perkahwinan nanti.
Suami saya adalah seorang jurutera komputer, dan saya mencintai sifatnya yang semulajadi dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika bersandar dibahunya.
3 tahun dalam masa perkenalan dan 2 tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahawa saya mulai merasa letih, lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindui saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang sentiasa mengharapkan belaian ayah dan ibunya.
Tetapi, semua itu tidak pernah saya perolehi. Suami saya jauh berbeza dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkahwinan kami telah mematahkan semua harapan saya terhadap cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahawa saya inginkan penceraian.
"Mengapa?"Dia bertanya dengan nada terkejut.
"Siti letih, Abang tidak pernah cuba memberikan cinta yang saya inginkan."
Dia diam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang boleh saya harapkan daripadanya? Dan akhirnya dia bertanya. "Apa yang Abang boleh lakukan untuk mengubah fikiran Siti?"
Saya merenung matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan.
"Siti ada satu soalan, kalau Abang temui jawapannya di dalam hati Siti, Siti akan mengubah fikiran Siti; Seandainya, Siti menyukai sekuntum bunga cantik yang ada ditebing gunung dan kita berdua tahu jika Abang memanjat gunung-gunung itu, Abang akan mati. Apakah yang Abang akan lakukan untuk Siti?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Abang akan memberikan jawapannya esok."
Hati saya terus gundah mendengar responnya itu.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menenui selembar kertas dengan coretan tangannya dibawah sebiji gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan...
'Sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan Abang untuk menjelaskan alasannya."
Kalimah pertama itu menghancurkan hati saya. Namun, saya masih terus ingin membacanya.
"Siti boleh mengetik di komputer dan selalu mengusik program didalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, Abang harus memberikan jari-jari Abang supaya boleh membantu Siti untuk memperbaiki program tersebut."
"Siti selalu lupa membawa kunci rumah ketika Siti keluar, dan Abang harus memberikan kaki Abang supaya boleh menendang pintu, dan membuka pintu untuk Siti ketika pulang."
"Siti suka jalan-jalan di shopping complex tetapi selalu tersasar dan ada ketikanya sesat di tempat-tempat baru yang Siti kunjungi, Abang harus mencari Siti dari satu lot kedai ke satu lot kedai yang lain mencari dan membawa Siti pulang ke rumah."
"Siti selalu sengal-sengal badan sewaktu 'teman baik' Siti datang setiap bulan, dan Abang harus memberikan tangan Abang untuk memicit dan mengurut kaki Siti yang sengal itu."
"Siti lebih suka duduk di rumah, dan Abang selalu risau Siti akan menjadi 'pelik'. Dan Abang harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburkan Siti di rumah atau meminjamkan lidah Abang untuk menceritakan hal-hal kelakar yang Abang alami."
"Siti selalu menatap komputer, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesihatan mata Siti, Abang harus menjaga mata Abang agar ketika kita tua nanti, abang dapat menolong mengguntingkan kukumu dan memandikanmu."
"Tangan Abang akan memegang tangan Siti, membimbing menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu."
"Tetapi sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Kerana, Abang tidak sanggup melihat airmatamu mengalir menangisi kematian Abang."
"Sayangku, Abang tahu, ada ramai orang yang boleh mencintaimu lebih daripada Abang mencintai Siti."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki, mata Abang tidak cukup bagi Siti. Abang tidak akan menahan diri Siti mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakan Siti."
Airmata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuatkan tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya lagi.
"Dan sekarang, Siti telah selesai membaca jawapan Abang. Jika Siti puashati dengan semua jawapan ini, dan tetap inginkan Abang tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, Abang sekarang sedang berdiri di luar sana menunggu jawapan Siti."
"Tetapi, jika Siti tidak puas hati, sayangku... biarkan Abang masuk untuk mengemaskan barang- barang Abang, dan Abang tidak akan menyulitkan hidupmu. Percayalah, bahagia Abang bila Siti bahagia."
Saya terpegun. Segera mata memandang pintu yang terkatup rapat. Lalu saya segera berlari membukakan pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah gusar sambil tangannya memegang roti kesukaan saya.
Oh! Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah beransur-ansur hilang dari hati kita kerana kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam 'kewujudan' yang kita inginkan, maka cinta itu telah hadir dalam 'kewujudan' yang tidak pernah kita bayangkan sebelum ini.
Tuesday, March 30, 2010
Tuhan..
Boleh tak kau ambik nyawa aku dulu,
Sebab aku tak sanggup menanggung bebanan yang kau berikan.
Tuhan,
Pilihlah aku untuk berperang, kerna aku ingin mati syahid dari mati begini.
Aku tahu aku hambamu yang hina, makbulkan lah doaku ini.
Tuhan,
Andai kata kau makbulkan doaku
Kau jadikan permataku seorang yang solehah
Hanya itu harta yang aku sayang.
Tuhan,
Kalau kau tidak mahu matikan aku
Kau butakan lah mataku, pendengaranku agar aku terus terputus dengan dunia ini.
Janganlah bebankan aku dengan bebanan yang tak dapat aku tanggung.
Tuhan,
Aku mohon pada kau.
Aku faham kau yang maha besar dan maha mengetahui.
Kau berikan lah pembalasan yang setimpal kepada mereka.
Aku tidak punya apa kecuali engkau.
Aku bersumpah dengan aliran daulat sulaiman a.s yang masih tertinggal di dalam darah ini.
Hidup mereka tidak akan bahagia dan aman buat selamanya.
Monday, March 29, 2010
Aku dalam rehab
Friday, March 26, 2010
Separuh Jiwaku Pergi
Memang indah semua
Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku
Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu
Kau dustakan semua
Yang kita bina
Kau hancurkan semua
Thursday, March 25, 2010
Sang Mantan
Dulu aku kau puja
Dulu aku kau sayang
Dulu aku sang juara
Yang selalu engkau cinta
Kini roda telah berputar
Kini aku kau hina
Kini aku kau buang
Jauh dari hidupmu
Kini aku sengsara
Roda memang telah berputar
Mana janji manismu
Mencintaiku sampai mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku terpuruk sendiri
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan
Sakit teriris sepi
Ketika cinta telah pergi
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan
Mana janji manismu
Setia sampai aku mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku jatuh dan sendiri
Mana janji manismu
Mencintaiku sampai mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku terpuruk sendiri
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan
Mana janji-janjimu
Wednesday, March 24, 2010
Berakhirnya Hak Itu
Monday, March 22, 2010
Akhir Cerita Cinta
Monday, March 15, 2010
Pencocokan
Saturday, March 13, 2010
GABBA GABBA!
Tuesday, March 9, 2010
Apakah yang kita mahukan dalam kehidupan?

Tetapi tak semua impian kita untuk mencapai cita-cita kita zaman kanak-kanak dulu tercapai. Ada yang belajar bagus tapi tak cukup duit, yang kurang bijak belajar mak bapak dia pula banyak duit sampai boleh hantar ke London.
Tidak kurang juga yang menuntut sampai ke menara gading tetapi lain yang dibelajarnya lain pula yang jadinya. Yang perempuannya pula, menuntut tinggi sampai atas pokok. Bila kahwin, duduk rumah main, makan, tidur dan mengandung saja kerjanya. Ada yang mempunyai ijazah dan diploma tetapi hanya gantung di dinding.
Apakah penyebab/punca kepada masalah - masalah generasi kita? Atau sebenarnya setakat tidak mahu digelar anak durhaka, belajar kerana terpaksa? Apakah kerajaan buat untuk membantu mereka yang mempunyai alter tersembunyi?
Kadang-kadang terutamanya masyarakat melayu janganlah mempunyai sikap sombong bila ada ijazah ataupun PHD kalau tidak mempunyai sikap/sifat yang suci. Janganlah cepat berbangga dengan bekerja untuk kerajaan makan gaji besar, pakai BMW dah boleh sombong.
Lim Goh Tong, pengasas kepada Genting Berhad dan pemilik Genting Group, Asiatic Development Berhad & Star Cruises ini belajar pun tak tinggi mana. Beliau berasal dari negara China dan berhijrah ke Tanah Melayu pada tahun 1937 mengikut jejak langkah sepupunya.
Menjual biji benih sebagai sumber pendapatan keluarga selepas bapanya meninggal dunia ketika beliau berusia 16 tahun. Pada mulanya berkerja di Malaysia sebagai tukang kayu dan berkembang sehinggalah berjaya menubuhkan syarikat pembinaan Kien Huat yang bertaraf kontraktor Kelas A.
Antara projek-projek yang dilaksanakan ialah Empangan Ayer Itam yang terletak di Pulau Pinang dan Projek Pengairan Kemubu.
Lim Goh Tong tidak fasih berbahasa Inggeris sebaliknya hanya berurusniaga dengan menggunakan Bahasa Mandarin & Bahasa Melayu. Sekiranya memerlukan, beliau akan menggunakan khidmat penterjemah. Projek Indahpura seluas 8000 ekar yang terletak di Kulai, Johor merupakan salah satu projek pembangunan hartanah oleh Asiatic.
Sifat beliau yang merendah diri dan senang bergaul dengan orang bawahan di mana beliau sendiri yang akan memantau dan bersama-sama melakukan kerja. Seorang yang menepati masa serta rajin berkerja.
Beliau pernah dilabel sebagai gila oleh kerana ideanya untuk membangunkan Genting Highlands..
“When I decided to develop Genting, there were also people who said I was mad and doomed to failure. But I went on to build it up steadily into an internationally renowned holiday resort. As for the cruise industry, isn’t Miami a success story? If the Westerners can do it, so can we Asians”
Meninggal dunia pada 23 Oktober 2007 sebagai orang terkaya di Asia Tenggara dengan nilai kekayaan sebanyak RM 421.8 bilion.
Tidak terfikirkah kita sebagai orang melayu yang beragama islam. Mengapa Allah memberi beliau rezeki sehingga kaya dan banyak harta? Lantaklah dia buat tempat judikah, maksiatkah. Kita tiada hak untuk menghukum seseorang itu kecuali Allah. Terfikirkah kita?
Teringat kata - kata sahabat saya,
"Kita minta, Kita usaha, Dia beri."
p/s: Tak semestinya bijak itu cerdik, Tak semestinya bodoh itu dungu.
Ini Budak Memang Kecoh!
